Minggu, 17 April 2011

Natrium Benzoat



Garam atau ester dari asam benzoat (C6H5COOH) secara komersial dibuat dengan sintesis kimia. Bentuk aslinya asam benzoat terjadi secara alami dalam gum benzoin. Rumus kimia natrium benzoat yaitu C7H5NaO2. Banyak terdapat pada buah-buahan dan sayuran.
Termasuk kedalam zat pengawet organik. Produk pangan yang banyak menggunakan natrium benzoat sebagai pengawet adalah minuman ringan serta produk minuman yang terbuat dari buah. Berwarna putih, granula tanpa bau atau hampir bau, bubuk kristal atau serpihan. Lebih larut dalam air dibandingkan asam benzoat dan juga dapat larut dalam alkohol. Benzoat efektif pada pH 2.5-4.0. Dalam bahan pangan garam benzoat terurai menjadi bentuk efektif yaitu bentuk asam benzoat yang tak terdisosiasi. Memiliki fungsi sebagai anti mikroba yang optimum pada pH 2.5-4.0, menghambat pertumbuhan kapang dan khamir (pengawet).

Aturan pemakaian 0.05%-0.10% (500-1000 ppm).

Rumus Kimia Natrium Benzoat adalah:
Struktur Na Benzoat

Struktur Na Benzoat

Tingkat peracunan natrium benzoat pada hewan percobaan tikus adalah LD50 (50% hewan percobaan mati) lewat mulut sebesar 1940 mg/gr berat badan. Tanda-tanda bahwa tikus mengalami keracunan adalah diare, lemah otot, tremor dan aktivitas yang berlebihan. Sedangkan pada kucing diberikan sebesar 450 mg/gr berat badan akan memberikan efek kematian yang sama. Kematian tersebut disebabkan karena terjadi degeneratif pada liver, jantung dan paru-paru.

Sumber: http://forum.um.ac.id/index.php?topic=23932.0






Indentifikasi Kandungan Natrium Benzoat pada Kecap dan Saos

Kecap dan saos adalah termasuk penyedap makanan yang sangat digemari oleh hampir seluruh lapisan masyarakat, terutama masyarakat kampus. Ini terjadi sebab warga kampus banyak yang mengkonsumsi makanan jajanan seperti cilok, bakso dan mie ayam. Penggunaan natrium benzoat dalam produk saus dan kecap, telah ditentukan batasannya oleh pemerintah, maksimal 600 mg/kg untuk produk kecap, sementara untuk aneka saus maksimal 1.000 mg/kg (Vardhana, 2007).

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada tidaknya penambahan Natrium benzoat yang berlebihan pada pedagang dan warung di sekitar kampus III UMM dan untuk mengetahui pengaruh penambahan Natrium benzoat terhadap kualitas saos dan kecap.
Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2008 sampai dengan Februari 2009 di Laboratorium THP Universitas Muhammadiyah Malang. Metode penelitian menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali ulangan. Teknik pengambilan sampel dengan metode pengambilan secara sengaja (purposive sampling) pada 6 (enam) dari 32 pedagang dan warung sekitar kampus III Universitas Muhammadiyah Malang. Parameter yang diamati ialah kadar air, nilai pH, intensitas warna, vitamin C, identifikasi kandungan natrium benzoat dan penentuan kadarnya.

Hasil dari analisa laboratorium menunjukkan bahwa dari 6 pedagang dan warung sebagai sampel yang memakai kecap dan saos sebagai penyedap makanan, semuanya (100%) mengandung zat pengawet natrium benzoat yang melebihi ambang batas (yaitu maksimal 600mg/kg untuk produk kecap, dan saus maksimal 1.000 mg/kg). Kandungan natrium benzoat pada saos berkisar antara 38964,739 sampai 159934,178 mg/kg, sedangkan pada kecap antara 101636,986 sampai 326614,595 mg/kg. Untuk intensitas warna saos tingkat kecerahan (L) yaitu 34,9 sampai 46,0 sedangkan untuk kecap yaitu 25,9 sampai 27,0. Untuk tingkat kemerahan (a+) saos berkisaran antara 7,0 sampai 20,4; sedangkan untuk kecap yaitu 0,1 sampai 0,3. Untuk tingkat kekuningan (b+) saos berkisar antara 8,1 hingga 21,1; sedangkan untuk kecap antara 1,4 sampai 8,0.

2 komentar:

PAYUNG TANI HAYATI mengatakan...

makasih

Riko Bayu Wiranata mengatakan...

blog yang lumayan bagus informasinya juga ...

Poskan Komentar